Bukan Backpacker Namanya Kalau Tidak Pernah Tidur Bandara!

Hampir semua backpacker pasti pernah mengalami hal ini dan memang sih kayaknya belum afdol rasanya disebut seorang backpacker kalau tidak pernah merasakan tidur ngemper di bandara, hahaha. Tapi memang gak semua backpacker sempat merasakan hal ini sih ya, yah mungkin belum waktunya aja :3

Mungkin saking banyaknya orang yang pernah ngalamin tidur di airport, sampai ada website khusus mengenai hal ini lho! Coba deh cek websitenya sleepinairports kalau kamu butuh informasi lebih tentang tips tidur di bandara, airport guides dari tiap bandara internasional, informasi beragam hal yang bisa dilakukan di bandara-bandara termasuk fasilitas unik yang dimiliki tiap-tiap bandara, dan juga informasi lokasi dimana aja kamu bisa tidur berbayar ataupun gratis! Lengkap ya, hahaha keren cuy. Jadi kalau kamu mau backpackeran naik pesawat dan kamu butuh tempat untuk tidur (yang legal alias memang disediakan untuk tidur) bisa langsung cek ke website ini. Kamu juga bisa share pengalaman menginapmu di website ini lho, tinggal registrasi aja. Makin banyak sharing review sleep in airport yang kamu tulis pasti akan semakin bermanfaat buat orang lain, apalagi untuk bandara-bandara lokal yg belum ada reviewnya.

Sebenernya banyak sih alasan kenapa orang-orang memilih untuk tidur ngemper di bandara. Ada yang memang karena menekan budget travelingnya, hanya ingin mencoba pengalaman tidur di bandara, kedatangan yang terlalu malam/pagi, menghemat waktu untuk mengejar flight pagi, waktu transit flight yang panjang, atau juga memang karena ketinggalan pesawat dan harus menunggu konter maskapai buka. Kami sendiri, sudah merasakannya di tiga bandara yang berbeda lho (Incheon, Changi, dan KLIA2), hehe. Dan kali ini mau sedikit bahas pengalaman ndelosor si Puspita yang dialaminya saat Malaysia trip beberapa minggu yang lalu. Sayangnya, Naya gak ikut trip kali ini. Puspita berangkat dengan 4 temannya: Pinky, Chacha, Pandu, dan Ogik.

ngantuk yo turu rek, sebodo amat dimana juga. hahaha
ngantuk yo turu rek, sebodo amat dimana juga. hahaha

Jadi, atas dasar menghemat, mendapat pengalaman, dan juga mencegah ketinggalan pesawat, aku dan teman-teman sudah merencanakan untuk tidur mengemper dua kali di bandara KLIA2 yaitu pada saat tiba dan akan pulang kembali ke Jakarta. Berbekal ilmu dan informasi dari grup Backpacker Dunia tentang lokasi tempat tidur yang katanya ada di level 2M depan kantor Airasia, dibuatlah itinerary menginap dua malam di bandara. Berangkatlah kami berlima dari dua kota berbeda menuju Kuala Lumpur.

Pesawat AK387 yang aku dan pinky tumpangi malam itu mendarat kurang lebih pukul 23.30, setelah melewati imigrasi kita berdua langsung ingin cek lokasi dan istirahat. Setelah keluar dari ruang ketibaan (baca: kedatangan), kita sebenarnya sudah melihat dua lokasi tempat tidur yg sudah penuh orang terlentang lelap, ada di bagian kanan dan kiri nya ruang ketibaan (ini ada di level 2). Karena rame banget, jadi kita berdua memutuskan untuk naik ke level 2M. Sampai disana, lha kok adanya malah banyak resto fast food, gak ada orang yg tidur ngemper di depan kantor Airasia. Enak sih sebenarnya masih sepi banget, tapi karena takut diusir petugas, yawes kita akhirnya muter-muter aja ke lantai yg lainnya, sekalian ngabisin waktu nungguin anak yang lain yg belum nyampe (mereka penerbangan dari Surabaya).

KLIA2 ini hampir mirip dengan bandara mewah lain yang didesign mirip mall dengan jejeran toko barang mewah. Tapi karena sudah malam, semua toko ini tutup dan semua bangku di depan toko-toko inipun berubah jadi sasaran tidur para ‘tuna wisma sementara’ (kayak kami gini). Karena ga minat tidur di bangku, kembali lah kita ke depan ruang ketibaan. Lagi pula ogik juga sudah nge-line, katanya barusan saja mendarat (kita komunikasinya pakai free wifi GatewayKLIA2 selama di bandara).

Agak lama juga nunggu mereka. Ternyata mereka itu lama karena bingung dewe kudu jalan lewat mana (-___- “). Yah maklum sih, dari tiga bocah itu yg sudah pengalaman keluar negeri baru pandu aja. Nah akhirnya sudah ngumpul. Kita akhirnya mutusin untuk tidur di lokasi yang ramai tadi, di bagian kanannya ruang ketibaan itu, lumayan sepi yang bagian atas. Untungnya kami semua gak ada yg suka cerewet dan tukang ngeluh, jadi tidur cuma beralas karpet agak kotor gini sih gak masalah. Tapi ternyata ada juga keluhan yg kita lontarin secara kompak: haus dehidrasi men! Gimana gak haus? Mulai dari nunggu boarding (jam 6 sore) sampai istirahat ini (jam 1 pagi), kita gak minum sama sekali, di ruangan AC terus lagi. Akhirnya kita berencana cari air putih gratis (tap water), kan biasanya selalu ada di bandara gede kayak gini. Sudah muter-muter gak nemu juga, akhirnya kita beli air mineral 1,5liter (3.30RM) aja deh di 7eleven, mahal juga ya!

Kalau tidur di bandara gini, tips dari aku sih cuma yg penting jangan bawa teman yang suka mengeluh, lalu sedia alas kepala buat bantal, jaket yang hangat (lama-lama dingin sob), bawa powerbank (di tempat kita tidur ini gak ada colokan soalnya), tetep jaga barang bawaan tetap aman, jangan main handphone (bikin susah tidur), dan jangan lupa berdoa sebelum tidur biar nyenyak.

Paginya pandu dan ogik yang semalam ngilang hang-out entah kemana bilang, kalau ternyata tap water gratis adanya di deket pintu masuk toilet sebelah kiri pintu ruang ketibaan. Pantes aja gak nemu, lha kita belum ke toilet sama sekali. Tadinya kita mau mandi di shower room gratis yang ada di level 3 di tengah-tengah antara keberangkatan internasional dan domestik sampingnya KK Mart, tapi karena keterbatasan waktu untuk ngejar skybus ke KL Sentral kita semua gak jadi mandi deh, macak titik tok hehehe.

Pengalaman pas nginep pulangnya sih gak jauh beda, paling kita lebih banyak melipir keluar ruangan AC. Di level 3 ada bagian yg gak ber-AC, jembatan antar gedung gitu deh, yg ada tulisan KLIA2 nya (kayak foto diatas). Kesitu aja biar anget, hehehe. Kalau butuh bus untuk ke KL Sentral konternya ada di level 1, dari jam 4 pagi sudah buka kok. Sebenarnya masih ada peer sih yang belum ditemuin pas di KLIA2 kemarin, yaitu belum nemu dimana tempat kantin karyawan! Kayaknya ada yg kurang gitu kalau belum nemu makanan termurah di airport, hahaha, next visit deh.

Kalau kalian gimana? Pernah gak nih ngerasain pengalaman tidur di bandara? Share sama kita dong 😀

Advertisements

9 Comments Add yours

  1. Ra says:

    Di nursing room juga bias tidur, kalau sendiri an sih.. Dan oke2 Aja tidur Tampa Polisi 180 derajat. Di nursing room Ada hot water pula…

    Atau tidur di MCDonald atau MCcafe sambil ngecharge mobile phone.

    Like

    1. Thanks sudah mampir 😀 Tampa Polisi 180 derajat itu apa kak ra? Iya kemarin aku ada niat mau tidur di nursing room, tapi pas diliat kok cuma sofa satuan aja 😦 karena udh kelamaan duduk, jadi males deh tidur duduk juga, hehehe.

      Like

      1. Ra says:

        Sorry kaka.. XD Gak tau nih, auto correct kali, maksudnya; tanpa posisi 180 derajat .. hihi
        Sorry jadi bingung… ho oh, kalo barengan emang lebih barengan kayak pengungsi, ngelonjor..

        Like

  2. Eky says:

    Belom pernah nginep di KLIA2 nih, tapi beberapa kali nginep di LCCT dulu. Bukan nginep sih, lebih tepatnya tidur ayam doang karena emang nggak bisa nyenyak tidurnya. Tidur paling enak saya waktu itu di bandara Brunei. Gara-gara ada exhibition jadi ada sofa gitu. Berhubung sepi banget, jadi iseng duduk di sana dan akhirnya selonjoran dan tidur dari jam 9 malem sampe 5 pagi (!!!!)

    Like

    1. Wih enak bener mas, bisa tiduran di sofa, susah euy nyari sofa di bandara gitu, beruntung bangeeet, pules pasti tuh, hahhaa.

      Like

  3. Fadirbuja says:

    Waah, udah berapa kali backpackeran ke luar negeri, pus? Dahsyat nih..

    Like

    1. Alhamdulillah yaah, nabung dan bersiasat dikit, hahaha. Lumayan buat nambah pengetahuan dengan dunia luar, mhahahha

      Like

  4. backpacker friendly emang nih airport. Hahaha
    kalau saya biasanya tiduran di kursi persegi panjang yang guede itu (yang tengahnya bolong) di dekat departure. Aman sampai pagi.

    Salam

    Like

    1. Wah di bagian atas itu ya mas? Belum pernah nyoba, hahaha. Coba aja ada sejenis sofa gitu, wah lebih enak lagi pasti, hehehe

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s