Boso Walikan, The Native Language from Malang

This article is written in Bahasa and English, please enjoy!

Sekian tahun merantau di kota ini, semakin betah saja. Lingkungan kota yang rapi dan bersih, masyarakatnya yang ramah dan sopan, suhu udaranya yang nyaman, lingkup pergaulan yang tidak terlalu bebas membuat saya lebih betah hidup di kota ini dibanding kota kelahiran saya sendiri (Jakarta). Kota Malang, kota tujuan pertama saya merantau jauh dari rumah, bertahun-tahun lamanya demi menyelesaikan masa studi S1 saya. Di kota ini pun, saya tak cuma belajar untuk kuliah, saya banak bertemu teman yang merupakan warga asli kota ini. Dari mereka saya belajar tentang budaya malangan, salah satunya bahasa asli “buatan” arek (anak) malang yaitu boso walikan. Pernah denger perbincangan kayak gini?

“ya opo ker? odis kolem ayas nakam nggak? ayas ewul iki, wes ket bengi gak nakam. Lek ga odis yo ta ladub dewe ae.” (gimana sob? jadi ikut saya makan nggak? saya laper ini dr semalem blm makan. Kalo ga jadi ya saya berangkat sendiri aja.)

Bahasa jawa? iya ini bahasa jawa sehari-hari. Tapi ada yg aneh kan? Ya ini boso walikan! Banyak kata yg diwalik alias dibalik.

  • Ker: rek (panggilan akrab ala jawa timuran)
  • Odis: sido (jadi)
  • Kolem: melok (ikut)
  • Ayas: saya
  • Nakam: makan
  • Ewul: luwe (lapar)
  • Ladub: budal (berangkat)
  • Ngalam: Malang

Dan masih banyak lagi kata-kata yg bisa dibalik meski gak semua kata bisa dibalik ya. Bagi yg ga biasa denger kata-kata begini apalagi ga bisa bahasa jawa pasti cuma bisa cengok dengernya. Saya yg udah di Malang bertahun-tahun saja masih suka mikir dulu yg kata yg dibalik itu artinya apa padahal saya juga sudah lancar bahasa jawa. Ribet banget ya pake dibalik-balik segala. Eits, jangan salah karena ribet ini lah makanya jadi ciri khas. Boso walikan udah jadi salah satu cara mudah mengidentifikasi seseorang itu arek malang (biasanya disingkat arema) atau bukan. Tapi memang ga semua orang malang pakai bahasa ini tiap harinya. Seenggaknya semua orang malang asli pasti paham boso walikan. Kalo kamu udah tinggal atau transit di Malang tapi gak bisa dan ga paham bahasa ini rasanya ada yg kurang deh! Mau belajar? Langsung aja ngobrol sama tukang parkir, supir angkot, atau siapapun yg asli malang. Mereka pasti bisa ngajarin kamu.

Tapi sayangnya, ga semua orang malang tau sejarah munculnya bahasa ini. Menurut pengamat sejarah dari Universitas Negeri Malang, Dwi Cahyono, boso walikan ini mulai muncul sejak adanya Gerilya Rakyat Kota dimana boso walikan dipakai sebagai bahasa sandi! Keren kan? Karena waktu itu masih jaman penjajahan, belanda punya banyak mata-mata pribumi alias orang Malang sendiri. Nah anggota GRK inilah yg membuat boso walikan ini sebagai cara mengetahui mana teman mana lawan dan sebagai cara komunikasi yang aman. Tapi sekarang malah dipakai bahasa gaul para arema dan mereka bangga. Salut ya! Kalau mau coba belajar boso walikan coba langsung search di google, banyak website yg bisa ngajarin kamu bahkan ada kamusnya! Atau kalo mau tau cara bacanya dan lucunya kayak gmn bahasa ini, buka yutub terus di search akun salah satu yutubers, bayu skak. Dia arek malang asli yg rajin ngevlog pakai boso walikan. Atau kalo mau beli kaos gaul dgn design tulisan boso walikan, ada beberapa toko merek lokal yg jual, salah satunya soak ngalam.

Ya opo ker kipa ilakes to info sing ta share? Enarupes yo lek onok salah info opo salah tulis.

Kan, traveler is not only visiting a place but also learning something from that place, right?

English version :

Have you ever know about javanesse language? If the answer is yes, do you know if javanesse language have many type which is depending on their location? Well yeah, one of Indonesia treasure is having so many native language and also vernacular style. And Malang as a big city in the East Java that very famous among traveler, also has vernacular style, its called Boso Walikan (means reversed language). The language is orginally from javanesse language, but we will using word by putting the first letter of a word to be the last letter of that word. Confused? okay, let’s check it out. Have you ever listen these conversation?

“ya opo ker? odis kolem ayas nakam nggak? ayas ewul iki, wes ket bengi gak nakam. Lek ga odis yo ta ladub dewe ae.”

(in javanesse language it should be : ya opo rek? sido melok saya makan nggak? saya luwe iki, wes ket bengi gak makan. Lek ga sido yo ta budal dewe ae.”)

(it means : Hey bro, do you want to join eat with me? i am very hungry right now, i haven’t eaten from the last night. If you don’t want to go, i will go by myself.)

Do you see the different part of these? First sentence is boso walikan. Some of javanesse word are reversed in boso walikan.

  • Ker: rek (young people)
  • Odis: sido (do)
  • Kolem: melok (join)
  • Ayas: saya (me/i)
  • Nakam: makan (eat)
  • Ewul: luwe (hungry)
  • Ladub: budal (go)
  • Ngalam: Malang (exceptional word in boso walikan, Malang not reverse to be Gnalam)

Those is the basic rule of using boso walikan. So if someday you’ll visit Malang, you can try this simple conversation:

Ask : Hey, piye kabare ker? kipa-kipa ae to? (hey, what do you do? everything is fine, right?)

Answer : Oyi ker, kipa ta, sasaji! (Yes, sure, i’m fine. Sasaji! (it means “salam satu jiwa”, it is Malang jargon)

I am quite sure that local people will smile when they hear you say this, cause you know about their slang language! hihihi. But, don’t you know if there is a history behind boso walikan? The history of Boso Walikan comes from the colonial era. At that time, the colonialists could easily break the plan made by young people (GRK/Gerakan Rakyat Kota) to oppose them. It was caused by the colonialists that dispatched spies infiltrating the meeting held by young people. Thus, to make the spies unable to understand the plan of the meeting, young people (GRK) created Boso Walikan which could only be understood by them. it is a code-word! Awesome right? And if you want to get souvenir that using walikan as a theme, you can come to Soak Ngalam Shop (Jl. Raya Mulyoagung No. 3 Sengkaling, Jl. Kawi No. 24 Malang). 

Ya opo ker kipa ilakes to info sing ta share? Enarupes yo lek onok salah info opo salah tulis. Kan, traveler is not only visiting a place but also learning something from that place, right?

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. 2cupsofjoe says:

    Hello, have you ever thought of creating a translation for this language?

    Like

    1. hello, i already edit this post, enjoy 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s